Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Rp112 Ribu/Gram, Sentimen Global dan Lokal Dorong Permintaan
Jakarta — Harga emas di pasar domestik kembali menampilkan tren positif pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan emas batangan Antam mencatat penguatan signifikan di outlet Pegadaian dan pasar kripto logam mulia nasional. Data terbaru menunjukkan harga emas Antam di Pegadaian berada pada kisaran Rp2,999 juta per gram, naik sekitar Rp112 000 dibanding hari sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan permintaan yang masih kuat dari investor ritel dan pelaku pasar komoditas dalam negeri.
Penguatan harga emas ini terjadi di tengah dinamika harga emas dunia yang tetap fluktuatif, dengan sentimen investor masih menimbang antara prospek kenaikan lebih lanjut dan realisasi keuntungan setelah reli harga beberapa pekan terakhir. Di pasar global, sejumlah pelaku pasar melakukan aksi ambil untung, menyebabkan volatilitas harga dalam jangka pendek. Namun secara umum harga emas tetap di level yang relatif tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, menunjukkan daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) terhadap ketidakpastian ekonomi.
Faktor lain yang turut menguatkan harga emas domestik adalah permintaan dari masyarakat yang cenderung meningkat. Dalam beberapa minggu terakhir, banyak investor baru maupun pemegang emas lama yang membeli atau menambah kepemilikan emas fisik di outlet seperti Pegadaian atau melalui aplikasi tabungan emas digital. Permintaan ini sebagian dipicu oleh prospek inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing utama.
Di sisi lain, pergerakan harga emas internasional dalam dolar AS juga masih memengaruhi harga emas dalam rupiah. Ketika dolar AS melemah terhadap mata uang utama lain, harga emas dunia cenderung meningkat, sementara penguatan dolar membuat harga emas global menahan laju kenaikan. Efek kombinasi tersebut turut memengaruhi harga jual dan harga pembelian kembali (buyback) emas batangan Antam di Indonesia.
Investor ritel saat ini terlihat masih optimis memanfaatkan momentum harga emas yang tinggi namun stabil, terutama bagi mereka yang mempertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio jangka panjang. Emas dikenal sebagai aset yang relatif tahan terhadap tekanan ekonomi makro, termasuk inflasi dan gejolak pasar saham, sehingga banyak pelaku pasar yang memilih menahan atau bahkan menambah kepemilikan meskipun harga sudah menyentuh level mendekati Rp3 juta per gram.
Berikut ilustrasi grafik pergerakan harga emas Antam di pasar domestik dalam beberapa hari terakhir yang menunjukkan tren kenaikan sebelum koreksi kecil:
Grafik Pergerakan Harga Emas Antam (Rp/gram)
3.020 ──────────────────────────
│ ● 05 FEB 2999
│ ●
2.980 ───────────────────●---- 04 FEB 2887
│ |
│ ●----|
2.940 ───────────● | 03 FEB 2845
│ | |
│ ●----| |
2.900 ─────● ●----| 02 FEB 2790
│
2.860 ───────────────────────────────
02 Feb 03 Feb 04 Feb 05 Feb
Catatan: Grafik di atas menunjukkan bahwa harga emas Antam terus berada di kisaran tinggi selama pekan ini. Meskipun terjadi sejumlah aksi ambil untung di pasar global, harga emas domestik tetap menunjukkan kecenderungan naik yang mendukung minat investor.
Para analis pasar menilai bahwa harga emas cenderung akan terus bergerak di level tinggi dalam jangka menengah karena beberapa faktor, antara lain ketidakpastian ekonomi global, kebijakan moneter bank sentral utama dunia, serta permintaan investor yang terus mencari aset aman saat volatilitas pasar meningkat.
Bagi calon pembeli atau investor yang mempertimbangkan emas sebagai aset investasi, kondisi saat ini masih dinilai menarik, terutama jika dilihat dari keuntungan jangka panjang. Namun, para ahli keuangan juga menyarankan untuk mengamati tren harian harga emas dan mempertimbangkan strategi pembelian bertahap (dollar cost averaging) agar risiko harga puncak dapat diantisipasi dengan lebih baik.
Dengan harga emas Antam yang kini kembali berada dekat angka Rp3 juta per gram, emas tetap menjadi instrumen investasi yang relevan untuk perlindungan nilai dan diversifikasi portofolio, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diperhatikan oleh para investor.
